Sungguh, akupun tak tahu secara pasti apa yang terjadi. Tak bisa mendiagnosa segala gejala dan keluhan hati ini. Apa benar ini yang dinamakan rasa cinta? Atau malah hanya sekedar rasa suka ataupun emosi sesaat. Terkadang aku salah tingkah dan terbuai dengan angan- angan kosong yang terbingkai dalam keindahan semu. Seolah- olah yakin bahwa aku dan nama itu akan bersatu. Tapi, sungguh kita tak akan tahu nama siapa yang akan bersanding dengan nama kita di masa depan nanti. Inilah misteri yang tak akan mampu dipecahkan oleh seorang detektif hebat sekalipun. Dan tentu aku tak ingin terus terjerat dengan satu nama itu. Karena aku masih ingin berkembang menikmati dan mengisi masa mudaku dengan terus berbenah untuk bisa mendampingi calon imamku nanti. Karena yang ku mau, aku bisa menjadi wanita bagi calon imamku nanti dan menjadi ibu yang baik bagi jundi- jundi kecilku nanti. Dan jika masanya telah tiba, saat imamku telah datang menjemputku, jika ia adalah seseorang yang namanya pernah mengisi hari- hariku, maka aku akan menjadi wanita yang paling bahagia nanti. Namun, jika bukan nama itu yang datang menjemputku, aku yakin idalah orang terbaik yang Allah kirimkan untuk menjadi pemimpinku dan juga anak- anakku.
Yang terpenting bagiku hari ini dan hari- hari berikutnya adalah, belajar... belajar... dan terus belajar. Karena masa tak akan berputar kembali. Jadi inilah waktuku untuk bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit bekal masa depanku.
0 komentar:
Posting Komentar