Masa muda itu berjuta rasanya. Sungguh menyenangkan. Karena di masa inilah kita mulai mengenal dunia yang lebih luas. Menjalin networking dengan banyak teman. Sampai pada suatu ketika tanpa disadari diri kita telah terserang sebuah virus, yaitu virus merah jambu. Heemm, setelah terjangkit virus ini mungkin kita tidak akan merasakan rasa sakit seperti halnya saat kita terserang virus- virus lain. Ketika si merah jambu menyerang, hampir bisa dipastikan bawaannya happy mulu. Kenapa? Ya, karena apa- apa yang ada di pikiran cuma si'dia'. Sampai- sampai dari bangun, beraktivitas, hingga mau tidur yang ada di pikiran hanya si'dia'. Bahkan apapun rela dilakuakan hanya untuk si'dia'. Bersikap manis, perhatian, protective, hawatir, dsb, mungkin itulah yg sering dirasa dan dilakukan ketika dua insan sedang dirundung asmara. Ya, mungkin itu yang dinamakan 'cinta'. Cinta yang sering mewarnai hari- hari sang remaja.
Tapi, sadarkah kita? Masih banyak hal penting yang perlu kita pikirkan dan upayakan selain tentang cinta masa muda. Sungguh, ini lebih penting dari sekedar rasa cinta yang ada saat ini. Ini menyangkut cinta yang abadi. Sepanjang usia. Insyaallah sepanjang dunia-akhirat. (ehh..., afwan ya agak redundant ^_^ )
Mempersiapkan diri. Inilah yang perlu kita lakukan saat ini. Lalu, bagaimana caranya? Mempersiapkan diri untuk menjalin cinta abadi tidak perlu dengan pacaran. Kita hanya butuh satu kunci, yaitu memperbaiki diri. Selalu berbenah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, matang, dan kokoh. Kenapa? Ya, karena cinta abadi tak akan terbangun jika hanya diberi asupan kata, "I love You" dan semacamnya. Ketika kita telah benar- benar siap, dan jika suatu ketika ada badai menerjang, Insyaallah kita tak akan tumbang. Justru akan semakin kokoh. Ohya, satu hal lagi, yuk kita belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk calon anak- anak kita. Mungkin akan ada orang yang beranggapan, "Kau terlalu muda untuk memikirkan hal ini. Nikmati saja masa mudamu." Tapi bagiku belajar untuk menjadi ibu dimulai dari sekarang tidaklah terlalu dini. Bukankah seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak- anaknya? Bukankah kita ingin memiliki anak- anak yang beraqlak baik, berdaya saing tinggi, dan tentu saja berkualitas baik. Jadi, daripada sibuk pacaran, mending kita sibuk berbenah dan belajar jadi ibu yang baik.
(renungan & percik semangat untukku)
0 komentar:
Posting Komentar