Assalamualaikum, Ayah...
Ayah apa kabar di sana? Semoga Ayah selalu ada dalam lindungan Allah.
Ayah, taukah ayah, kalau akhir- akhir ini nanda sering sekali merindukan ayah?
Apa Ayah juka merasakan kerinduan yang sama seperti nanda?
Ayah, nanda ingin bercerita sama ayah, ini tentang memori bersama ayah yang masih tersimpan sampai saat ini.
Nanda teringat saat ayah dan bunda mengajak nanda pergi ke suatu tempat. Waktu itu yang nada ingat, ayah memakai kemeja bermotif garis vertikal berwarna dominan hijau. Itulah terakhir kalinya ayah dan bunda menggandeng tangan nanda. Dan setelah nanda beranjak dewasa, nada baru tahu kalau tempat itu adalah tempat dimana ayah dan bunda bersatu dan berpisah.
Ayah, jujur nanda tak pernah menyesali apa yang telah terjadi pada keluarga kita. Tentang sikap kakek dan nenek yang keras pada ayah dan bunda, nanda telah memaafkannya. Seiring berjalannya waktu nanda bisa mengambil hikmah dari perpisahan ini. Maafkan nanda, ayah. Dulu saat ayah datang untuk menjenguk nanda, nanda selalu bersembunyi dan ketakutan. Maafkan nada yang selalu menganggap ayah sebagai orang asing. Sungguh, maafkan nanda ayah. Nanda harap ayah tahu posisi nanda. Saat itu nanda hanyalah seorang anak kecil yang hanya mengenal bunda, kakek, dan nenek sebagai keluarga nanda.
Ayah, sekarang nanda sudah dewasa. Nanda sudah tau apa yang telah terjadi pada keluarga kita dengan nalar nanda.Nanda tahu, bahwa sesungguhnya ayah dan bunda tak menginginkan perpisahan ini.
Ayah, nanda ingin ayah tahu, bahwa nanda sangat sayang pada ayah. Selalu ada nama ayah dalam setiap doa nanda. Meskipun lahir ini masih terus berupaya menyesuaikan diri, namun dalam hati yang paling dalam nanda akan selalu menyayangi ayah. Ayah, meskipun kita tak dapat bersatu di dunia ini, nanda berharap agar kita bisa berkumpul di syurga Allah nanti.
Selamat malam, ayah...
Beristirahatlah dengan tenag agar dapat melanjutkan mencari nafkah dengan bersemangat esok hari.
Wassalamualaikum..
0 komentar:
Posting Komentar