May,
9th 2013
01.01
Assalamualaikum...
Hai, Sahabat...
Malam ini begitu
sunyi, bukan? Detak jarum jam, nyanyian binatang nocturnal, senandung angin,
setumpuk tugas, dan sisa efek kafein sepertinya cukup untuk menemani malamku.
Bagaimana dengan malammu? Apakah kau juga menghabiskan malam ini dengan
setumpuk tugas sepertiku?
Malam ini rasanya
begitu menyenagkan dan menenangkan, kawan. Kini aku merasa ringan, seolah ada
sedikit beban yang berkurang. Beberapa hari terakhir ini aku berusaha
meletakkan namamu dari memoriku. Aku tersadar, bukankah hanya ada satu nama
yang seharusnya kucinta, kujaga, dan kuingat selalu. Yaitu Rabbku. Allah SWT.
Kini aku tahu, tak sepantasnya aku menyimpan namau di hati dan pikiranku.
Karena mungkin ini hanya akan menjadi beban untukku dan juga untukmu. Namun,
bukan berarti aku akan melupakanmu. Aku akan selalu menyimpan cerita yang kita
tulis dulu. Serta memahami, menelaah, dan menerapkan ilmu dari pengalaman
bersamamu. Kawan, terimakasih..., secara langsung maupun tak langsung kau telah
menjadi guru kehidupanku. Darimu aku belajar akan makna sebuah tanggung jawab,
semangat, kesahajaan, kasih sayang, keikhlasan, dan kedewasaan. Datangnya suka
cita pasti diiringi dengan duka. Suka cita yang kualami selama mengenalmu
membuatku begitu bersyukur karena bisa bertemu dengan seorang teman sepertimu.
Dan duka yang tertoreh tak akan kusesali. Karena begitu banyak pelajaran
berharga yang datang mengiringi duka.
Ohya, aku
teringat dengan apa yang pernah kau katakan dulu. Katamu, tahun ini kau akan
mencoba lagi mendaftar di perguruan tinggi dengan jurusan yang kau cita-
citakan. Semoga tahun ini kau bisa mencapainya. Sebuah bintang paling terang
yang akan kau persembahkan untuk ayahmu.
Meskipun jarak
dan waktu akan mengotak- kotakkan kita, semoga kau selalu ingat dengan
pertemanan kita. Pertemanan yang tak cukup panjang, namun memberi begitu banyak
pelajaran berharga.
0 komentar:
Posting Komentar