Idul fitri. Ya, hari raya islam yang jatuh pada tanggal 1
Syawal ini selalu dinanti kehadirannya oleh seluruh umat muslim di segala
penjuru dunia. Heemmm, kira- kira apa sih yang terlintas di pikiran kita ketika
mendengar kata ‘Idul Fitri’? Gema takbir..? Mudik..? Baju baru..? Opor ayam..?
atau angpau..? Hehe... ,apa yang terlintas di pikiran kita tentu saja merupakan
tradisi lebaran yang sering kita jumpai setiap tahunnya di Indonesia. Dan tentu
kita udah tau dong tradisi- tradisi lebaran yang berlangsung di Indonesia.
Tapi..., kalian kira- kira udah tau belum gimana sih tradisi lebaran yang
berlangsung di belahan bumi lain? Emmm, dari pada ‘kepo dalam diam’, yuk kita
lihat bareng- bareng tradisi lebaran yang berlangsung di beberapa negara. Chek
it out...!!
Mesir
Pada malam hari raya idul fitri suasana di kota seribu
satu malam ini tampak lenggang. Why...? Karena di Mesir tidak ada yang namanya
tradisi takbir keliling. Sehingga, takbir hanya di kumandangkan beberapa kali
seusai shalat maghrib, isya, subuh, serta saat menjelang sholat ied. Namun,
hiruk pikuk akan terjadi pagi hari di tanggal 1 Syawal saat jutaan orang tumpah
ruah di masjid ataupun tanah lapang untuk melaksanakan shalat ied. Selesai
shalat ied, warga mesir beserta sanak keluarga dan handai taulan bersama- sama
menuju tempat wisata untuk bersukaria merayakan lebaran.
Bangladesh,
India, dan Pakistan
Chand Raat (malam bulan), inilah sebutan untuk malam
sebelum idul fitri. Pada malam ini orang- orang biasanya beramai- ramai
mengunjungi berbagai bazar dan mall bersama keluarga untuk berbelanja
mempersiapkan idul fitri. Ohya, di Asia Selatan sendiri, saat idul fitri tiba
orang- orang biasanya saling mengucapkan “Eid Mubarak”. Nah..., setelah bertemu
dengan keluarga, sanak saudara, dan juga kerabat, selanjutnya mereka pergi ke
pesta- pesta, karnaval, ataupun perayaan khusus di taman- taman.
Cina
Meskipun umat muslim di Cina bukanlah kaum mayoritas,
namun perayaan idul fitri di sana tidak kalah meriah dengan negara- negara
mayoritas muslim. Pada pagi hari di tanggal 1 Syawal, umat muslim Cina
mendatangi masjid untuk shalat ied. Kemudian dilanjutkan dengan pesta makan
atau masak besar. Seperti halnya di Indonesia, selepas shalat ied warga muslim
di Cina juga melakukan kunjungan di rumah kerabat untuk bersilaturahmi dan
dilanjutkan dengan acara bersih- bersih makam dan pembacaan doa di makam
kerabat. Ohya, yang menjadi ciri khas dari perayaan idul fitri di Cina adalah
upacara mengenang pembantaian umat muslim oleh dinasti Qing dan juga selama
revolusi kebudayaan.
Belanda
Perayaan idul fitri di negeri kincir angin ini tidak
begitu semarak. Why...? Karena idul fitri bukanlah hari libur resmi di Belanda,
maka umat muslim di sana harus tetap bekerja ataupun sekolah sebagaimana hari
biasa. Namun, bagi mereka yang melek hukum bisa mengajukan cuti libur hari raya
sesuai agama yang dianut. Perayaan idul fitri biasanya diselenggarakan oleh
masing- masing komunitas muslim seperti komunitas muslim Indonesia, Turki, dan
Maroko. Yang menarik dari perayaan idul fitri oleh komunitas muslim Turki dan
Maroko adalah adanya sugar festival, dimana pada perayaan idul fitri mereka
akan mengonsumsi gula- gula atau manisan asal negara masing- masing.
Amerika
Di Amerika, pada umumnya idul fitri diumumkan via email,
website, atau melalui sambungan telepon. Seperti halnya di Belanda, idul fitri
di Amerika juga bukan merupakan libur nasional. Biasanya, warga muslim Amerika
akan memulai aktivitas pagi di tanggal 1 Syawal dengan menyiapkan sarapan yang
dilanjutkan dengan berangkat ke masjid, ballroom hotel, ataupun lapangan untuk
menunaikan shalat ied. Ohya, yang unik dari perayaan idul fitri di Amerika
adalah di Ampire State Building di New York akan memancarkan kemerlap lampu
berwarna hijau sebagai wujud penghormatan terhadap hari raya idul fitri.
Nahh..., itu tadi
sekilas mengenai semarak idul fitri yang terjadi di beberapa negara di penjuru
dunia. Bagaimana kawan...? Masih kepo dalam diam kah...? Upss... Kalo gitu biar
ke-kepo-an kita terjawab sempurna, yuk kita berdoa bareng- bareng agar suatu
hari nanti bisa mencicipi yang namanya lebaran di negeri orang. Allahuma
Aamiin... (^_^)
0 komentar:
Posting Komentar