Jumat, 10 Mei 2013
Friday, May 10th 2013
Sudah bulan Mei, kawan. Waktunya sudah semakin dekat. Semoga persiapanmu sudah semakin matang, dan kau bisa menebus bintangmu. Saya yakin kamu bisa.
Kamis, 09 Mei 2013
Menuju Kuadran II
May,
9th 2013
01.01
Assalamualaikum...
Hai, Sahabat...
Malam ini begitu
sunyi, bukan? Detak jarum jam, nyanyian binatang nocturnal, senandung angin,
setumpuk tugas, dan sisa efek kafein sepertinya cukup untuk menemani malamku.
Bagaimana dengan malammu? Apakah kau juga menghabiskan malam ini dengan
setumpuk tugas sepertiku?
Malam ini rasanya
begitu menyenagkan dan menenangkan, kawan. Kini aku merasa ringan, seolah ada
sedikit beban yang berkurang. Beberapa hari terakhir ini aku berusaha
meletakkan namamu dari memoriku. Aku tersadar, bukankah hanya ada satu nama
yang seharusnya kucinta, kujaga, dan kuingat selalu. Yaitu Rabbku. Allah SWT.
Kini aku tahu, tak sepantasnya aku menyimpan namau di hati dan pikiranku.
Karena mungkin ini hanya akan menjadi beban untukku dan juga untukmu. Namun,
bukan berarti aku akan melupakanmu. Aku akan selalu menyimpan cerita yang kita
tulis dulu. Serta memahami, menelaah, dan menerapkan ilmu dari pengalaman
bersamamu. Kawan, terimakasih..., secara langsung maupun tak langsung kau telah
menjadi guru kehidupanku. Darimu aku belajar akan makna sebuah tanggung jawab,
semangat, kesahajaan, kasih sayang, keikhlasan, dan kedewasaan. Datangnya suka
cita pasti diiringi dengan duka. Suka cita yang kualami selama mengenalmu
membuatku begitu bersyukur karena bisa bertemu dengan seorang teman sepertimu.
Dan duka yang tertoreh tak akan kusesali. Karena begitu banyak pelajaran
berharga yang datang mengiringi duka.
Ohya, aku
teringat dengan apa yang pernah kau katakan dulu. Katamu, tahun ini kau akan
mencoba lagi mendaftar di perguruan tinggi dengan jurusan yang kau cita-
citakan. Semoga tahun ini kau bisa mencapainya. Sebuah bintang paling terang
yang akan kau persembahkan untuk ayahmu.
Meskipun jarak
dan waktu akan mengotak- kotakkan kita, semoga kau selalu ingat dengan
pertemanan kita. Pertemanan yang tak cukup panjang, namun memberi begitu banyak
pelajaran berharga.
Remahan Biskuit (Short Story )
Kisah cinta. I don’t care with it. Tak sedikitpun
aku tertarik untuk mendengar kisah- kisah seperti itu, apalagi masuk di
dalamnya. Kalaupun aku menyukai seseorng, itupun tak akan seheboh seperti kisah
cinta teman- temanku. Cukup aku diam dan bercerita pada sahabatku. Ya, hanya
sahabatku. Bahkan ibuku pun tak tau kalau putrinya tengah menyukai seseorang.
Aku terlalu malu jika harus mengakui bahwa aku tengah terserang virus merah
jambu.
Itu dulu. Saat
aku masih bersetatus sebagai anak SMA. Tapi ternyata, ada hal lain yang benar-
benar mengalihkan duniaku. Di awal masa kuliah (status maba) aku mengenal
seorang ‘teman’ yang begitu care dan welcome kepadaku. Pertemanan kami
terjalin baik dan bisa dibilang cukup dekat. Dan komunikasi yang terjalin cukup
menyenangkan, asyik, dan nyambung. Kami saling bercerita tentang cita- cita
kami, keluarga kami, kesukaan kami, bahkan kadang kami sering ngobrol tentang
dunia entrepreanure, politik, IT, dan masih banyak lagi. Hingga pada suatu
ketika aku merasa bahwa ini tidak seperti pertemanan biasa (oh.. mungkin ini
hanya perasaanku).
Seiring
berjalannya waktu, komunikasi diantara kami semakin berjarak. Entah apa
penyebabnya. Hingga pada suatu ketika, saat kami benar- benar tak terkoneksi,
aku merasakan apa itu yang disebut kehilangan seorang teman dekat. Tak ada lagi
cerita, sapaan “jelek” (terkadang ia memanggilku itu), wejangan, dan diskusi.
Itulah yang paling berkesan sepanjang
pertemanan kami. Rasanya tak mungkin aku harus terjebak dalam kesedihan yang
berlarut- larut. Kehilangan seorang teman bukan berarti kehilangan semangat
bukan? Dan akhirnya aku mencoba untuk menyibukkan diri dengan diriku, kuliahku,
dan teman- temanku. Tidak bisa dipungkiri memang, teringat & rindu terkadang
sering membayangi. Berharap untuk bisa merobohkan jarak yang membatasi. Namun,
aku pun tak ingin berlebihan. Berlebihan hanya akan membuat hati semakin rapuh.
Dan aku tak menyukai hal itu. Semakin aku memanjakan rasa rinduku, maka semakin
besar pula angan- anganku tentang dia. Sungguh, aku tak ingin selemah itu.
Kini, aku tengah
sibuk dengan dunia baruku sebagai seorang aktivis dakwah di daerahku. Di sana
aku bertemu dengan teman- teman baru yang salih_salihah dan menginspirasi. Dan
ku pikir, ini adalah moment yang tepat bagiku untuk memulai kehidupan baru.
Melupakan masa lalu dengannya, memperdalam ilmu agama & keorganisasian, dan
tentu saja lebih fokus pada passionku. Karena, Alhamdulillah aku mendapatkan
jabatan yang sesuai dengan minatku, yaitu menulis. Dan di jabatan itu aku dan
teman- teman divisi akan lebih fokus dengan dakwah media. Hal yang harus ku
pegang dengan sungguh- sungguh adalah, ketika aku bisa berkata dan menyeru
dalam hal kebaikan pada orang lain, maka aku pun harus bisa menerapkannya pada
diriku sendiri. Dan salah satunya, ketika aku mengajak teman- temanku untuk
bangkit dari masalah bertema ‘cinta’, maka aku pun harus melakukannya pula.
Karena inilah caraku agar aku dapat terus bangkit & bersemangat menjalani
masa emas ini tanpa terpaut oleh satu nama. Jikalau butiran rasa tentangnya
masih ada, maka kuserahkan semuanya pada Yang Maha Cinta untuk menjaga
kemuliaannya.
Inilah secuil
kisah yang ingin kuceritakan malam ini. Semoga bisa diambil kebaikan yg ada di
dalamnya, dan dibuang keburukan- keburukannya. Dan setidaknya, cerita ini bisa
menjadi percik semangat bagiku untuk terus maju. (^_^)
Rabu, 08 Mei 2013
Pelesat Semangat
Dag...dig...dug. Dada ini terus berdetak hebat. Detaknya sampai menyesakkan nafas. Pikiran kacau dan was- was. Ditambah lagi kakiku seperti kehilangan nyawa, lemas. Ya, ini semua karena GAB (Geometri Analit Bidang). Sudah kuduga siang ini akan dibagikan hasil UTS kami di semester ke-2 ini. Bisa jadi kondisi badan yang tak biasa tadi adalah sinyal atau pertanda akan datangnya hal yang tak diharapkan. Dan benar saja, ketika lembar ujian dibagikan, deg..., nilai yang muncul bukanlah nilai yang ku harapkan. Normalnya, setelah mengetahui nilai yg tak cukup baik itu setiap orang pun pasti akan merasakan kecewa. Begitupun denganku. "Kamu dapat nilai berapa?" Itulah pertanyaan yang saling diajukan oleh teman- temanku. Hemm..., I don't care with their asking. Ketika ada yang menanyakan nilaku, aku hanya menjawabnya dengan senyum. Kecewa, menyesalkan, dan mengeluhkan apa yang telah terjadi secara berkepanjangan pun menurutku tak ada gunanya. Karena aku takut terjebak dalam lubang ratapan (bukankah sifat perempuan itu sangat sensi?). PosThink (Positive Thinking). Itulah siakap yang selalu kucoba tanamkan dan dipupuk dalam keyakinanku. So, I think nilai ku ini tetap nilai yang terbaik. Why...? Pertama, karena inilah hasil murniku. Aku tak ingin membohongi diriku. Apalagi ini berkaitan dengan kesuksesan dunia_akhirat. Karena ridho Allah lah yang utama. Kedua, akan lebih baik kita tahu kesalahan kita di awal proses, daripada kesalahan itu akan terus berlanjut pada langkah berikutnya tanpa kita sadari. Ketiga, ini adalah peringatan agar aku tak menjadi orang yang lalai. Karena, bisa jadi hasil yang 'baik' justru membuat kita lalai dan menyepelekan tahap- tahap selanjutnya (mudah puas). Dan ke empat, ini adalah penyemangat untuk berevolusi memperbaiki semangat dan pola belajar. Empat poin itulah yang selalu kutanamkan dalam diriku.
Dalam berproses pun pasti tak akan semulus yang kita pikirkan. Ketika kita telah merencanakan sesuatu sematang apapun itu, hampir bisa dipastikan akan ada rintangannya. Mulai dari level dasar sampai atas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana cara kita memaknai arti sebuah proses & rintangan.
Salam semangat untuk kawan- kawan P.Mat 2B. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. Apapun yang kita dapatkan siang tadi anggaplah sebagai pelesat semangat. Dan bersiaplah untuk melompat lebih tinggi.
Dalam berproses pun pasti tak akan semulus yang kita pikirkan. Ketika kita telah merencanakan sesuatu sematang apapun itu, hampir bisa dipastikan akan ada rintangannya. Mulai dari level dasar sampai atas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana cara kita memaknai arti sebuah proses & rintangan.
Salam semangat untuk kawan- kawan P.Mat 2B. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. Apapun yang kita dapatkan siang tadi anggaplah sebagai pelesat semangat. Dan bersiaplah untuk melompat lebih tinggi.
Sabtu, 04 Mei 2013
Tentang Sebaris Nama
..., sebaris nama seseorang ini selalu saja teringat dan terucap dalam hati tanpa mengenal waktu. Saat membuka mata di pagi hari, saat makan, saat beraktivitas, saat akan tidur, bahkan saat kita bercerita pada Allah pun, selalu saja nama itu yang disebut.
Sungguh, akupun tak tahu secara pasti apa yang terjadi. Tak bisa mendiagnosa segala gejala dan keluhan hati ini. Apa benar ini yang dinamakan rasa cinta? Atau malah hanya sekedar rasa suka ataupun emosi sesaat. Terkadang aku salah tingkah dan terbuai dengan angan- angan kosong yang terbingkai dalam keindahan semu. Seolah- olah yakin bahwa aku dan nama itu akan bersatu. Tapi, sungguh kita tak akan tahu nama siapa yang akan bersanding dengan nama kita di masa depan nanti. Inilah misteri yang tak akan mampu dipecahkan oleh seorang detektif hebat sekalipun. Dan tentu aku tak ingin terus terjerat dengan satu nama itu. Karena aku masih ingin berkembang menikmati dan mengisi masa mudaku dengan terus berbenah untuk bisa mendampingi calon imamku nanti. Karena yang ku mau, aku bisa menjadi wanita bagi calon imamku nanti dan menjadi ibu yang baik bagi jundi- jundi kecilku nanti. Dan jika masanya telah tiba, saat imamku telah datang menjemputku, jika ia adalah seseorang yang namanya pernah mengisi hari- hariku, maka aku akan menjadi wanita yang paling bahagia nanti. Namun, jika bukan nama itu yang datang menjemputku, aku yakin idalah orang terbaik yang Allah kirimkan untuk menjadi pemimpinku dan juga anak- anakku.
Yang terpenting bagiku hari ini dan hari- hari berikutnya adalah, belajar... belajar... dan terus belajar. Karena masa tak akan berputar kembali. Jadi inilah waktuku untuk bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit bekal masa depanku.
Mereka Menunggu Janjimu
Apa kata- kata terakhir yang kau ucapkan sebelum kau pergi meninggalkan kampung halamanmu?
Tentu saja kau telah berjanji kepada ibu-bapakmu untuk pulang dengan membawa sebuah kebanggan, yaitu prestasi.
Namun, saat kau telah mengenal dan telah mampu membaur dengan lingkungan barumu, mungkin kau akan lupa dengan apa yang telah kau janjikan pada kedua orang tuamu.
Ingatlah apa yang telah mereka upayakan di kampung halaman sana. Agar kau bisa belajar dengan lancar di negeri rantau, sekuat tenaga mereka berjuang & berusaha untuk memenuhi segala apa yang kau butuhkan. Dan yang mereka tau, kau bersungguh- sungguh belajar & berusaha meraih sukses di sana.
Jadi, jangan kecewakan mereka. Penuhilah harapan yang telah mereka letakkan di kedua pundakmu.
SEMARAK IDUL FITRI DI PENJURU DUNIA
Idul fitri. Ya, hari raya islam yang jatuh pada tanggal 1
Syawal ini selalu dinanti kehadirannya oleh seluruh umat muslim di segala
penjuru dunia. Heemmm, kira- kira apa sih yang terlintas di pikiran kita ketika
mendengar kata ‘Idul Fitri’? Gema takbir..? Mudik..? Baju baru..? Opor ayam..?
atau angpau..? Hehe... ,apa yang terlintas di pikiran kita tentu saja merupakan
tradisi lebaran yang sering kita jumpai setiap tahunnya di Indonesia. Dan tentu
kita udah tau dong tradisi- tradisi lebaran yang berlangsung di Indonesia.
Tapi..., kalian kira- kira udah tau belum gimana sih tradisi lebaran yang
berlangsung di belahan bumi lain? Emmm, dari pada ‘kepo dalam diam’, yuk kita
lihat bareng- bareng tradisi lebaran yang berlangsung di beberapa negara. Chek
it out...!!
Mesir
Pada malam hari raya idul fitri suasana di kota seribu
satu malam ini tampak lenggang. Why...? Karena di Mesir tidak ada yang namanya
tradisi takbir keliling. Sehingga, takbir hanya di kumandangkan beberapa kali
seusai shalat maghrib, isya, subuh, serta saat menjelang sholat ied. Namun,
hiruk pikuk akan terjadi pagi hari di tanggal 1 Syawal saat jutaan orang tumpah
ruah di masjid ataupun tanah lapang untuk melaksanakan shalat ied. Selesai
shalat ied, warga mesir beserta sanak keluarga dan handai taulan bersama- sama
menuju tempat wisata untuk bersukaria merayakan lebaran.
Bangladesh,
India, dan Pakistan
Chand Raat (malam bulan), inilah sebutan untuk malam
sebelum idul fitri. Pada malam ini orang- orang biasanya beramai- ramai
mengunjungi berbagai bazar dan mall bersama keluarga untuk berbelanja
mempersiapkan idul fitri. Ohya, di Asia Selatan sendiri, saat idul fitri tiba
orang- orang biasanya saling mengucapkan “Eid Mubarak”. Nah..., setelah bertemu
dengan keluarga, sanak saudara, dan juga kerabat, selanjutnya mereka pergi ke
pesta- pesta, karnaval, ataupun perayaan khusus di taman- taman.
Cina
Meskipun umat muslim di Cina bukanlah kaum mayoritas,
namun perayaan idul fitri di sana tidak kalah meriah dengan negara- negara
mayoritas muslim. Pada pagi hari di tanggal 1 Syawal, umat muslim Cina
mendatangi masjid untuk shalat ied. Kemudian dilanjutkan dengan pesta makan
atau masak besar. Seperti halnya di Indonesia, selepas shalat ied warga muslim
di Cina juga melakukan kunjungan di rumah kerabat untuk bersilaturahmi dan
dilanjutkan dengan acara bersih- bersih makam dan pembacaan doa di makam
kerabat. Ohya, yang menjadi ciri khas dari perayaan idul fitri di Cina adalah
upacara mengenang pembantaian umat muslim oleh dinasti Qing dan juga selama
revolusi kebudayaan.
Belanda
Perayaan idul fitri di negeri kincir angin ini tidak
begitu semarak. Why...? Karena idul fitri bukanlah hari libur resmi di Belanda,
maka umat muslim di sana harus tetap bekerja ataupun sekolah sebagaimana hari
biasa. Namun, bagi mereka yang melek hukum bisa mengajukan cuti libur hari raya
sesuai agama yang dianut. Perayaan idul fitri biasanya diselenggarakan oleh
masing- masing komunitas muslim seperti komunitas muslim Indonesia, Turki, dan
Maroko. Yang menarik dari perayaan idul fitri oleh komunitas muslim Turki dan
Maroko adalah adanya sugar festival, dimana pada perayaan idul fitri mereka
akan mengonsumsi gula- gula atau manisan asal negara masing- masing.
Amerika
Di Amerika, pada umumnya idul fitri diumumkan via email,
website, atau melalui sambungan telepon. Seperti halnya di Belanda, idul fitri
di Amerika juga bukan merupakan libur nasional. Biasanya, warga muslim Amerika
akan memulai aktivitas pagi di tanggal 1 Syawal dengan menyiapkan sarapan yang
dilanjutkan dengan berangkat ke masjid, ballroom hotel, ataupun lapangan untuk
menunaikan shalat ied. Ohya, yang unik dari perayaan idul fitri di Amerika
adalah di Ampire State Building di New York akan memancarkan kemerlap lampu
berwarna hijau sebagai wujud penghormatan terhadap hari raya idul fitri.
Nahh..., itu tadi
sekilas mengenai semarak idul fitri yang terjadi di beberapa negara di penjuru
dunia. Bagaimana kawan...? Masih kepo dalam diam kah...? Upss... Kalo gitu biar
ke-kepo-an kita terjawab sempurna, yuk kita berdoa bareng- bareng agar suatu
hari nanti bisa mencicipi yang namanya lebaran di negeri orang. Allahuma
Aamiin... (^_^)
Langganan:
Postingan (Atom)
